Pengalaman Ramadhan 2025 Sebagai Siswa SMK Negeri 2 Banjarmasin

      Pada bulan Ramadhan yang kedua sebagai siswa di SMK Negeri 2 Banjarmasin, saya menerima tantangan dari guru agama untuk mengaji 1 Day 1 Juz. Meski belum mampu menyelesaikan hingga Juz 30 di akhir Ramadhan, pengalaman ini memberi saya banyak pelajaran dan motivasi untuk terus berkembang. Meskipun saya belum sempurna dalam menuntaskan tantangan tersebut, saya merasa lebih dekat dengan Al-Qur’an dan lebih termotivasi untuk menjaga konsistensi dalam ibadah, baik di bulan Ramadhan maupun setelahnya.

      Saya mengikuti tantangan ini dengan niat yang tulus, bukan karena paksaan dari guru agama, melainkan untuk menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Allah SWT dan lebih disiplin dalam menjalani hidup. Saya ingin menjadikan ibadah sebagai kebutuhan, bukan hanya sekadar kewajiban. Ramadhan mengingatkan saya bahwa hidup ini sangat singkat, dan kita perlu memiliki arah yang jelas agar bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

      Sebelumnya, saya sering menunda-nunda waktu sholat, tetapi tantangan ini membantu saya menjadi lebih sadar akan pentingnya sholat lima waktu. Saya merasa perubahan ini memberi dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Jadwal saya kini menjadi lebih teratur karena saya mulai menyesuaikan semua kegiatan dengan waktu sholat. Saya belajar untuk menghargai waktu, dan tidak lagi menunda-nunda sholat seperti yang dulu sering saya lakukan.

      Tantangan ini saya jalani tidak hanya di rumah, tetapi juga di sekolah, mesjid, dan musholla. Di rumah, saya mulai membiasakan diri membaca Al-Qur’an setelah sholat. Di mesjid, saya meluangkan waktu untuk sholat Tarawih berjamaah, yang sebelumnya tidak saya lakukan secara rutin. Tantangan ini saya mulai dengan tekad yang kuat sejak awal Ramadhan, dan memasuki pertengahan Ramadhan, saya merasa semakin disiplin dalam menjalankannya. Walaupun belum sempurna, saya melihat perubahan signifikan dalam diri saya, baik dalam hal ibadah maupun disiplin diri.

      Selama menjalani tantangan ini, saya belajar untuk memaksa diri agar lebih disiplin. Awalnya memang tidak mudah, terutama ketika rasa malas atau kelelahan datang di tengah hari. Namun, saya menyadari bahwa kesempatan seperti ini sangat langka dan tidak boleh disia-siakan. Setiap hari, saya menetapkan tujuan kecil, seperti membaca beberapa halaman Al-Qur’an atau memastikan sholat tepat waktu. Saya berusaha untuk tidak hanya mengikuti tantangan ini, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana untuk memperbaiki diri dan memperdalam hubungan dengan Allah SWT.

      Perubahan yang saya rasakan selama bulan Ramadhan ini tentunya untuk kebaikan diri saya sendiri. Saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik, lebih disiplin, dan lebih dekat dengan Allah SWT, serta menjadikan ibadah sebagai bagian dari hidup saya, bukan hanya sekadar rutinitas.

Komentar